Monday, September 11, 2006

Jika.......

Jika kau merasa menjadi aku
Tersiksa karena ku mencintai kamu
Andaikan kau tau
Betapa sakitnya hatiku
Merasakan pedihnya hati jadi abu.....
Jika saja dirimu menjadi aku pasrah terdiam
Merasakan neraka yang menyelimuti hati ini
Rasanya cinta bisa bahagia kadang terluka
Dalamnya cinta yang kurasa slalu terluka......

lirik by : Leo Daiva
Song by : Leo Daiva, Cikal Daiva, Rufik Daiva, Yana The Cat

Saturday, September 02, 2006

ruang hati

Ruang yang ada di hatimu
tidak mungkin ku dapatkan
keindahan dan kesempurnanya hanya dapat kulihat
setiap hal yang sering kau lakukan seolah menyihir aku
tuk mencintaimu tuk tetap perhatikan mu
pastikan semua terwujud di hidupku
ku tak ingin hadirmu terus hantuiku
wajarkah pabila diriku ingin memelukmu
menjagamu dan tak lagi menghayalmu

dinding ada untuk hatiku ini
sesuai anganan mu
karena ku disini menunggu hadir dirimu
pastikan semua, terwujud di hidupku
ku tak ingin hadirmu terus hantuiku
wajarkah pabila diriku ingin memelukmu
menjagamu dan tak lagi menghayalmu

pastikan...semua....terwujud di hidupku, dihidupku

Pearl, leave me alone!!



diam yang selalu kau berikan
ku tak harapkan semua ini terjadi

sejujurnya
ku ingin kamu
seutuhnya
namun kau buang semua harapan

seharusnya kau pergi
melepaskan diriku
jangan kau kembali
lupakan semua kenangan kita

seharusnya kau pergi
meninggalkan diriku
jangan kau kembali
lupakan semua kenangan kita

tentang kita
sirna
tentang kita
berakhir

sudahlah lupakan saja
tentang kita

another loneliness of my life



If you find your self struggling with your loneliness,
then your not alone...and yet your alone...so very alone

loneliness



PUISI PALING SEDIH

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
misalnya, menulis: "malam penuh bintang,dan bintang bintang itu, biru, menggigil di kejauhan.
"angin malam berkelit di langit sambil bernyanyi.

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
aku pernah mencintainya, dan kadang-kadang dia pernahmencintaiku juga.
di malam-malam seperti ini, aku rangkul dia dalam pelukan.
aku ciumi dia berkali kali di bawah langit tak berbatas.

dia pernah mencintaiku, kadang-kadang aku pun mencintainya.
bagaimana mungkin aku tak akan mencintai matanya yang besar dan tenangitu?

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.kerna aku tak memilikinya.
kerna aku kehilangan dia.

kerna malam begitu mencekam, begitu mencekam tanpa dirinya.
dan puisiku masuk dalam jiwa seperti embun pada rumputan.

tak apa kalau cintaku tak bisa di sini menahannya.
malam penuh bintang dan tak ada di sini dia.

begitulah.
di kejauhan, seseorang menyanyi di kejauhan.
jiwaku mati kini tanpa dia.

kerna ingin menghadirkannya di sini, mataku mencarinya.
hatiku mencarinya dan tak ada di sini dia.

malam yang itu itu juga, yang membuat putih pohonanyang itu itu juga.
kami, yang dulu satu, tak lagi satu kini.

aku tak lagi mencintainya, benar,tapi betapa cintanya aku dulu padanya.
suaraku menggapai angin hanya untuk menyentuhtelinganya.

milik orang lain. dia akan jadi milik orang lain.
seperti dia dulu milik ciuman ciumanku.suaranya, tubuhnya yang kecil.
matanya yang memandang jauh.

aku tak lagi mencintainya, benar, tapi mungkin aku mencintainya.
cinta begitu pendek dan memori begitu singkat.

kerna di malam malam seperti ini dulu aku rangkul diadalam peluka,jiwaku mati kini tanpa dirinya.
mungkin ini luka terakhir yang dibuatnya, dan ini puisi terakhir yang kutulis untuknya.

Pablo Neruda